Showing posts with label Nutrisi. Show all posts
Showing posts with label Nutrisi. Show all posts

Nutrisi Peningkat Memori

makanan memori

Memori secara normal memang mengalami penurunan seiring usia. Tapi beberapa cara sederhana dapat memperlambat proses tersebut, salah satunya dengan makanan peningkat memori.

Dilansir dari GeniusBeauty, Kamis (9/9/2010), berikut beberapa makanan yang dapat meningkatkan memori:

1. Black grape (anggur hitam) untuk aktivitas otak lebih baik

Buah anggur hitam atau jus anggur hitam meningkatkan kadar hormon dopamin yang dapat mempertajam memori dan merangsang aktivitas otak. Segelas jus anggur hitam di pagi hari atau beberapa buah sebagai makanan penutup, akan dapat menangani tugas-tugas intelektual yang kompleks.

2. Bayam untuk mencegah masalah memori
Bayam mengandung lutein dan beberapa antioksidan lain yang dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Omelet bayam merupakan sarapan yang dapat melindungi otak.

3. Kismis untuk aktifkan otak

Kismis mengandung senyawa barium yang mengaktifkan memori dan memastikan nada tubuh yang optimal. Kismis merupakan kudapan yang sehat dan juga baik untuk otak.

4. Lemak ikan untuk meningkatkan daya ingat

Lemak ikan menyediakan asam omega-3 yang diperlukan untuk fungsi normal dari sistem saraf. Ikan juga mengandung yodium yang meningkatkan kapasitas intelektual.

5. Blueberry dan blackberry untuk mengaktifkan memori
Blueberry dan blackberry mengaktifkan pembentukan materi abu-abu di daerah otak yang bertanggung jawab untuk memori.

6. Black currant (kismis hitam) untuk membuat energi

Black currant merupakan sumber yang kaya vitamin C, yang dapat membantu berpikir lebih jernih dan menjadi kuat.

7. Biji labu untuk merangsang aktivitas otak

Setengah cangkir biji labu menyediakan zinc (seng) penting yang dapat meningkatkan memori dan mempercepat aktivitas otak.

8. Hati untuk menenangkan

Hati adalah sumber yang baik dari vitamin B. Vitamin ini menjamin vitalitas serta meningkatkan memori dan mengurangi kegugupan.

Air dalam Sayuran Lebih Mudah Masuk Sel Tubuh

makan wortel

Mengonsumsi air putih memang diketahui bagus untuk kesehatan kulit. Tapi air yang terdapat di dalam sayur-sayuran ternyata memiliki manfaat yang lebih baik dan lebih mudah masuk ke dalam sel sehingga bisa membuat kulit tampak lebih muda.

Kulit adalah kehidupan kecil dari seluruh tubuh dan mencerminkan apa yang terjadi di dalamnya. Kunci untuk menjaga kesehatan yang prima adalah menjaga kekuatan sel agar kuat menampung air seperti yang dilakukan oleh sel-sel muda.

Jika seseorang bisa memperbaiki membran selnya, mulai dari sel otak, sel jantung dan juga sel jaringan ikat di kulit terluar sambil menarik air dan nutrisinya maka seseorang dapat melawan proses penuaan dan penyakit.

Pada usia awal 30 tahun, terkadang ditemukan tanda-tanda penuaan seperti kulit yang mulai menjadi kering, pola tidur berubah, serta proses pencernaan yang mulai melambat. Hal ini disebabkan kemampuan sel-sel untuk menampung air semakin melemah.

Seperti dikutip dari Dailymail, Senin (6/9/2010) air yang terkandung di dalam buah-buahan dan sayuran dikelilingi oleh molekul yang bisa membantunya masuk ke dalam sel lebih mudah. Selain itu buah dan sayuran juga kaya akan antioksidan, mineral dan vitamin B yang digunakan tubuh untuk metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Misalnya untuk semangka dan mentimun mengandung 97 persen air, tomat mengandung 95 persen air, terong mengandung 92 persen, wortel mengandung 88 persen air, buncis yang dimasak mengandung 77 persen air, dada ayam panggang mengandung 65 persen air dan salmon panggang mengandung 62 persen air.

Hampir semua makanan mengandung air, tapi untuk makanan yang alami akan mengandung air lebih banyak. Buah-buahan dan sayuran memiliki air yang kaya akan nutrisi, karenanya ia bisa tetap berada di dalam sistem tubuh cukup lama agar bisa dimanfaatkan lebih baik.

Ketika sel-sel tidak mendapatkan asupan air yang cukup atau mulai dehidrasi, maka ia akan rusak dan tidak bisa berfungsi secara optimal. Hal ini akan memicu kerusakan jaringan di tubuh yang bisa disebut sebagai tanda penuaan. Dan seiring bertambahnya usia, maka tubuh akan kehilangan air secara alami.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari sayuran ini, akan lebih baik jika sayuran tersebut dimakan mentah atau dimasak sebentar. Karena merebus sayuran terlalu lama bisa memecahkan sel membran dan memungkinkan air untuk keluar dari sel.

Untuk mendapatkan asupan air yang cukup tidak hanya terbatas pada berapa jumlah air putih yang sudah diminum, tapi bagaimana air tersebut bisa masuk ke dalam sel dan jaringan ikat serta menjaganya sehingga sel bisa berfungsi dengan baik.

Karenanya untuk membuat membran sel lebih kuat, diperlukan cara untuk mendorong regenerasi jaringan ikat dan menjaga respons imun dengan cara membanjiri tubuh dengan nutrisi dan air yang mudah masuk ke dalam sel.

Nutrisi Pengurang Nafsu Makan

apel

Tidak sedikit orang menjadi banyak makan karena nafsu makannya yang besar. Bila demikian, mengurangi nafsu makan bisa membantu Anda menurunkan berat badan.

Berikut beberapa makanan alami yang dapat membantu mengurangi nafsu makan dan menurunkan berat badan, seperti dilansir Dailymail:

1. Apel
Semua buah dan sayuran yang mengandung banyak air dan serat dapat menghasilkan sinyal kenyang di usus halus, apel salah satunya. Setelah dicerna, apel memproduksi hormon GLP-1, yang mengirimkan sinyal ke otak untuk membujuk Anda berpikir perut sudah atau masih kenyang. Penelitian menunjukkan apel juga sangat efektif untuk menurunkan berat badan.

Makan satu buah apel berukuran sedang 15 menit sebelum makan untuk membantu mengatur nafsu makan.

2. Cabai merah
Penelitian terakhir menemukan bahwa setengah sendok teh cabai merah cincang yang dimasukkan ke dalam makanan dapat mengurangi nafsu makan. Para ilmuwan menemukan Capsaicin, yaitu elemen yang bertanggung jawab untuk memberikan rasa panas pada cabai, dapat mengurangi rasa lapar sambil meningkatkan energi.

3. Rumput laut
Ilmuwan Belanda telah menemukan bahwa ganggang adalah serat makanan alami yang berasal dari rumput laut, yang dapat menekan rasa lapar sebesar 30 persen dan terus merasa kenyang sampai waktu makan siang.

4. Teh hijau
American Journal of Clinical Nutrition melaporkan teh hijau mengandung katekin, yanti zat yang dapat merangsang tubuh untuk membakar kalori lebih banyak.

Selain itu, teh hijau juga mengandung antioksidan tertentu yang diyakini memiliki efek pada hormon Leptin, yaitu hormon bertanggung jawab untuk mengendalikan nafsu makan.

Minum 3 sampai 6 cangkir teh hijau sehari mempercepat laju tubuh membakar energi sel hingga 40 persen, dan juga meningkatkan tingkat pembakaran lemak.

5. Telur
Kualitas protein telur adalah yang tertinggi dari setiap produk makanan secara keseluruhan dan menurut review ilmiah baru-baru ini, kandungan protein yang tinggi ini berperan dalam manajemen berat badan.

Menurut laporan jurnal American College of Nutrition, makan dua telur dadar untuk sarapan mengakibatkan orang makan lebih sedikit kalori untuk sisa waktu makan berikutnya.

Memulai hari dengan sarapan telur dapat mencegah rasa lapar datang hingga makan siang.

6. Jeruk nipis atau lemon
Lemon mengandung pektin, yaitu serat larut alami dan pembentuk gel yang dapat membakar lemak yang disimpan oleh tubuh dan memperlambat proses pencernaan sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.

Peneliti AS menemukan bahwa asam lemon dan pektin dapat memperlambat penyerapan gula setelah makan dan menghindari gula darah rendah yang dapat mengakibatkan orang berkeinginan ngemil.

Vitamin C dalam lemon juga membantu untuk menghasilkan karnitin, yaitu asam amino untuk mendorong tubuh untuk membakar lemak.

7. Air putih
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2010 menyimpulkan bahwa minum air putih tepat sebelum makan benar-benar dapat membantu orang untuk menurunkan berat badan.

8. Bawang putih
Para peneliti di Israel baru-baru ini menemukan bahwa kandungan allicin pada bawang putih, yang bertanggung jawab memberikan bau menyengat, dapat merangsang pusat kenyang di otak, juga mengurangi rasa lapar.

Bawang putih juga merangsang sistem saraf untuk melepaskan hormon seperti adrenalin, yang pada gilirannya mempercepat tingkat metabolisme sehingga tubuh membakar kalori lebih banyak.