Showing posts with label Penyebab. Show all posts
Showing posts with label Penyebab. Show all posts

Zat Kimia Sebabkan Anak Makin Hiperaktif



Anak dengan ADHD (gangguan hiperaktif) harus memperhatikan asupan makanannya termasuk zat aditif yang digunakann. Ini karena jenis makanan tertentu bisa membuatnyaa menjadi hiperaktif. Apa saja zat aditif makanan yang bisa mempengaruhi ADHD?

Sebagian besar dari studi yang menghubungkann makanan dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) menganalisis campuran aditif makanan dan bukan bahan tunggalnya, sehingga sulit untuk menemukan pelaku utamanya.

Seperti diberitakan dari Health, Kamis (20/1/2011) ada beberapa aditif makanan yang bisa memperburuk masalah ADHD. Daftar zat aditif ini ditemukan oleh Institute for Agriculture and Trade Policy yaitu:

Aditif brilliant blue (blue no 1)

Pewarna makanan biru ini ditemukan pada beberapa produk pencuci mulut, es krim, keripik, permen, cokelat, permen lunak dan minuman soda yang memiliki rasa anggur.

Aditif indigotine (blue no 2)

Pewarna makanan ini biasanya ditemukan pada produk permen cokelat, cokelat berisi kacang yang berwarna-warni, serta makanan hewan peliharaan.

Pewarna makanan hijau 3

Produk pewarna ini jarang digunakan dan biasanya terdapat pada permen, es krim, minuman ringan dan juga puding-puding tertentu.

Pewarna orange B

Saat ini pewarna makanan orange B sudah sangat jarang digunakan dan bahkan di beberapa negara tidak lagi digunakan, umumnya dipakai untuk pewarna pembungkus sosis.

Pewarna carmoisine (red 3)

Pewarna makanan ini hanya ditemukan di beberapa jenis produk makanan seperti permen, icing kue dan permen karet.

Natrium/sodium benzoat

Zat ini adalah pengawet makanan yang masih banyak digunakan pada beberapa produk, fungsinya untuk mengahambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga makanan menjadi awet.

Pewarna allura merah (red no 40)

Pewarna makanan ini paling banyak digunakann di Amerika Serikat yang ditemukan pada beberapa produk makanan, seperti biskuit, oatmeal, jeli dan produk lainnya.

Pewarna makanan tartazine (yellow no 5)

Pewarna makanan ini telah diuji secara tunggal dan tidak sebagai campuran yang diketahui berhubungan dengan hiperaktif. Pewarna makanann ini biasanya digunakan pada beberapa produk seperti mie instan, produk wafel, produk keju, makaroni dan beberapa produk lainnya.

Pewarna sunset yellow (yellow no 6)

Pewarna ini bisa digunakan padaa makanan atau pun minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak, seperti beberapa produk keripik, jeli, puding instan, produk wafel, produk keju dan makaroni, permen dan minuman soda yang memiliki rasa orange.

Berpelukan Membuat Orang Merasa Lebih Baik

Berpelukan Membuat Orang Merasa Lebih Baik - Belaian, sentuhan dan pelukan diketahui bisa mengurangi stres dan menghilangkan rasa sakit. Bagaimana pelukan bisa membuat seseorang merasa lebih baik?

Peneliti menunjukkan memegang tangan orang yang dicintai bisa mengurangi rasa sakit dan juga stres atau tekanan. Peneliti dari University of California mengungkapkan bagi perempuan, sentuhan atau melihat orang yang dicintainya bisa menjadi anestesi tersendiri baginya. Bahkan foto orang yang dicintai sudah cukup berpengaruh.

berpelukan

Dalam studi ini peneliti melibatkan 25 relawan yang kebanyakan mahasiswa dan memiliki hubungan yang baik dengan pacarnya minimal 6 bulan.

Hasil studi menunjukkan perempuan yang diberikan sedikit rasa terbakar akan berkurang ketidaknyamanannya dengan cara melihat foto pacarnya. Efek anestesi serupa juga ditemukan jika seseorang berpegangan tangan dengan pasangannya ketika ada rangsangan rasa panas yang agak menyakitkan.

Selain itu diketahui rasa nyeri yang timbul akan lebih sedikit terasa ketika seseorang memegang tangan atau memeluk orang yang dicintai atau dipercayainya, dibandingkan dengan memegang tangan orang lain atau bola.

Hasil ini juga sekaligus menjelaskan mengapa seorang ibu bisa memberikan kenyamanan yang baik untuk anaknya dengan memberikan pelukan atau menciumnya, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (4/2/2011).

Beberapa pengobatan penyakit fisik memasukkan pelukan sebagai salah satu bantuan, karena sentuhan yang terjadi bisa merangsang ujung saraf sehingga membantu mengurangi rasa sakit yang membuat pasien merasa lebih baik.

Terapi sentuh diakui bisa membantu proses penyembuhan karena dapat menimbulkan kenyamanan dan melepaskan hormon oksitosin. Sentuhan digunakan untuk membantu menghilangkan rasa sakit, depresi, kecemasan serta membantu bayi prematur untuk terus tumbuh dan berkembang.

Memeluk bisa memberikan emosi positif yang membuat orang merasa lebih baik karena memiliki efek menenangkan dan juga mengurangi kadar stres. Hal ini juga berlaku jika seseorang memeluk binatang kesayangannya.

pelukan abadi

Bahaya Terjatuh Dalam Posisi Duduk

jatuhBahaya Terjatuh Dalam Posisi Duduk - Seringkali orang terjatuh dalam posisi terduduk, seperti terpeleset atau terjatuh dari tangga. Jatuh dengan posisi duduk rasanya nyeri bukan kepalang. Selain nyeri, ada bahaya lain lho bila terjatuh dalam posisi terduduk, yaitu, yang cukup membahayakan, adalah cedera pada tulang ekor yang terhubung dengan saraf di tulang belakang. Tulang ekor (coccyx) merupakan salah satu tulang terkecil dalam tubuh, tetapi bisa menyebabkan sakit yang luar biasa dan masalah kesehatan serius bila mengalami cedera pada saat terjatuh. Tulang ekor ini terletak di ujung bawah tulang belakang dimana ia biasanya terlindungi dengan baik, tetapi ketika terluka saat jatuh atau trauma lain, maka tulang ekor bisa memar atau dislokasi tulang.

Segala bentuk cedera pada tulang ekor dapat menyebabkan masalah serius karena terdapat banyak saraf dan otot yang melekat pada tulang ekor, seperti saraf yang mengelilingi seluruh tulang belakang, otot-otot dasar panggul, daerah usus, serta paha dan kaki bagian atas.

Beberapa bahaya bila mengalami cedera tulang ekor seperti dilansir Webmd dan coccyx.org adalah:

-Sakit saat atau setelah duduk

-Sakit akut ketika bergerak dari duduk ke berdiri

-Sakit kepala parah

-Nyeri di seluruh tubuh terutama pinggang dan panggul

-Nyeri di daerah tulang ekor yang tidak mereda dalam jangka waktu lama (coccygodynia)

-Mengalami masalah pencernaan kronis, terutama sembelit.

-Kram hebat saat menstruasi

-Depresi dan susah tidur

-Sakit saat melakukan hubungan seksual

Selain terjatuh dalam posisi duduk, cedera tulang ekor juga bisa terjadi karena kondisi berikut:

-Posisi duduk yang salah

-Pukulan langsung ke tulang belakang,

-Terluka atau patah tulang ekor saat persalinan

-Tegang atau gesekan berulang-ulang seperti gerakan pada mendayung dan bersepeda

-Infeksi atau tumor pada tulang ekor

Beberapa masalah kesehatan dapat muncul tepat setelah cedera tulang ekor, sementara yang lain muncul pada bulan atau tahun berikutnya.

Cedera tulang ekor lebih sering terjadi pada perempuan karena bentuk panggul perempuan membuat tulang ekornya lebih terbuka.

Korek Kuping Bisa Merusak Gendang Telinga

Korek Kuping Bisa Merusak Gendang Telinga - Hati-hati mengunakan korek kuping, sebab jika terlalu dalam bisa merusak gendang telinga. Dampak kerusakan itu bervariasi, mulai dari yang ringan berupa telinga berdenging hingga yang paling berat yakni kelumpuhan saraf di sekitar wajah.

kuping

Menurut sebuah penelitian terbaru, lebih dari 50 persen pasien yang datang ke dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) sering memakai cotton bud untuk mengorek kotoran di telinga. Meski ujungnya dari kapas, alat ini tetap berisiko merusak gendang telinga.

"Jika pasien mengalami gangguan pendengaran atau ada yang tidak beres dengan gerakan wajahnya, ada kemungkinan telinganya mengalami kerusakan," ungkap Dr Ilaaf Darrat, spesialis THT dari Henry Ford Hospital seperti dikutip Healthday, Jumat (6/5/2011).

Gangguan pendengaran yang umum dialami pemakai cotton bud (batang plastik dengan ujung berlapis kapas) adalah tinnitus atau telinga berdenging. Sementara wajah yang sulit digerakkan adalah gejala kerusakan saraf yang juga dipicu kerusakan gendang telinga.

Untungnya, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr Ilaaf menunjukkan bahwa 97 persen kerusakan gendang telinga bisa sembuh sendiri dalam waktu rata-rata 2 bulan. Operasi hanya dibutuhkan jika berdampak pada kelumpuhan saraf di sekitar wajah.

Penelitian yang dipresentasikan dalam Combined Otolaryngological Spring Meeting di Chicago ini melibatkan 1.540 pasien yang mengalami kerusakan gendang telinga antara tahun 2001-2010.

Namun sebisa mungkin, risiko kerusakan gendang telinga harus dikurangi dengan mengurangi pemakaian cotton bud atau sejenisnya. Sebagai alternatif, berikut ini beberapa cara yang bisa dipakai untuk membersihkan telinga dari kotoran.

  1. Campur hidrogen peroksida (H2O2) dengan air hangat, teteskan perlahan ke rongga telinga maksimal 2 kali/bulan.

  2. Campur cuka apel (vinegar) dengan air dalam perbandingan yang sama, lalu masukkan 5 tetes ke dalam telinga dan jangan lebih dari sekali dalam sepekan.

  3. Kunjungi dokter THT untuk melakukan waxing atau membersihkan telinga dengan lilin khusus.

Mengapa tubuh kita membutuhkan unsur logam?

Saya mendengar bahwa tubuh kita membutuhkan sedikit unsur logam. Akan tetapi, tubuh kita terutama terdiri dari senyawa organik. Mengapa tubuh kita membutuhkan unsur logam?Bagaimana unsur logam bekerja dalam tubuh kita?

tubuh manusia

Jawaban:
Dr. Eiichiro Ochiai, seseorang yang sedang mempelajari kimia bioanorganik, bersedia menjawab pertanyaan di atas. Secara singkat, ia berbicara tentang istilah umum kebutuhan unsur logam dalam organisme dan menggambarkan kegunaan biologis unsur logam dengan salah satu unsur logam yang paling banyak digunakan, besi (Fe). Jadi cerita berikut ini diberi judul “Sebuah Kisah Tentang Besi” (© Eiichiro Ochiai).

Sebagai makhluk hidup, kita terdiri dari, secara kimiawi, kebanykan senyawa organik seperti protein, asam nukleat, karbohidrat, vitamin dan sejenisnya. Senyawa organik terdiri dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O) dan nitrogen (N). Sejumlah senyawa organik juga bisa mengandung sulfur (S) atau fosfor (P). Itu saja; tidak ada yang lain. Dapatkah kita hidup dengan baik hanya dengan senyawa organik? Kebanyakan orang-orang tahu bahwa jawabannya adalah tidak. Tulang dan gigi kita terbuat dari senyawa kalsium (Ca), yang tergolong “zat anorganik”. Darah mengandung besi (Fe), sebuah unsur anorganik. Semua orang tahu bahwa kita membutuhkan garam (natrium khlorida, NaCl) meski mereka tidak tahu mengapa. Bahkan, sekitar 30 unsur diketahui sangat dibutuhkan untuk menjalankan fungsi makhluk hidup yang layak. Seperti yang telah Anda ketahui, Hanya ada 100 unsur saja yang ada di alam ini, dan satu pertiga dari unsur tersebut sangat penting bagi makhluk hidup. Unsur yang penting di antaranya adalah (selain dari yang sudah disebutkan): magnesium (Mg), silikon (Si), kalium (K), mangan (Mn), kobal (Co), tembaga (Cu), seng (Zn), molibdenum (Mo), iod (I), selenium (Se), nikel (Ni), dan boron (B). Sebuah bidang penelitian baru kini sedang dikembangkan, yang mempelajari peranan unsur-unsur yang berbeda ini dan peranan senyawanya dalam sistem biologis; ilmu ini disebut “kimia bioanorganik”. Terlalu panjang lebar bila hal ini dibahas dalam forum kali ini; sebab itu, saya memilihkan unsur tertentu dan menggambarkan bidang ilmu yang disebut kimia bioanorganik. Bagian pertama “Pembentukan unsur Besi” bukanlah topik yang pas dari kimia bioanorganik, tapi ditambahkan di sini untuk memberitahu Anda tentang peranan besi yang sangat penting.

Saya yakin setiap orang tidak asing dengan logam besi. Mobil dan mesin sebagian besar terbuat dari besi. Besi adalah salah satu unsur yang tersedia sangat melimpah di alam dan logam yang paling menarik, sebagai satu dari unsur krusial untuk makhluk hidup. Berikut adalah kisah mengenai besi.

Sering Pakai Legging, Benarkah Bikin Paha Kendor?

Legging memang salah satu item fashion favorit bagi kaum perempuan, karena bisa dikenakan dalam momen apa saja. Namun legging ternyata bisa membawa pengaruh buruk bagi pemakainya.

wanita memakai legging

Ahli kesehatan mengatakan, bahwa legging bisa mendorong otot-otot perempuan menjadi “malas”, sehingga menyebabkan perut dan kaki yang menggelambir.

“Legging menahan dan mendukung quadriceps (paha bawah), bokong, dan otot-otot inti di perut Anda, dan mengambil alih tugas yang harus dilakukan otot-otot tersebut,” kata Sammy Margo, ahli fisioterapi.

Saat mengenakan legging, kita juga cenderung menyembunyikan bagian tubuh kita yang tidak kita sukai, seperti selulit pada kaki atau muffin top (perut yang menggelambir), sehingga kita juga cenderung mengabaikan masalah tersebut, lanjut Sammy. Sebagai hasilnya, otot-otot dibiarkan mengendur dan mati, sehingga ketika kita mulai jarang mengenakan legging, tubuh Anda tidak akan terlihat langsing dan kencang lagi.

“Memang, meskipun nyaman, legging itu bukan ‘teman baik’ kaum perempuan,” ujar Jessica Hough, beauty assistant majalah Marie Claire. Menurutnya, item ini boleh saja disimpan, tetapi ketika musim kemarau datang dan tak memungkinkan Anda untuk memakainya, Anda bisa terkejut dengan pengaruhnya pada tubuh Anda.

Bila masalah terjadi, Jessica menyarankan untuk menggunakan krim antiselulit yang mengandung minyak esensial untuk mengurangi lekukan-lekukan pada kulit, dan menggosok area tersebut dengan sikat tubuh. Anda juga bisa melakukan latihan ringan untuk membantu mengencangkan otot-otot di bagian paha dan betis, seperti berjalan sambil mengenakan ankle weight, juga mengencangkan dan mengendurkan otot-otot perut dan bokong setiap hari

Kenapa Gugup Bikin Sakit Perut?

gugup

Sebagian besar orang pasti pernah merasakan sakit perut saat sedang gugup, panik atau stres ketika mau tampil di muka umum atau menjelang wawancara penting. Kenapa kondisi tersebut bisa memicu sakit perut?

Kebanyakan orang yang mengalami stres secara harfiah juga merasakannya di dalam usus. Seperti dijelaskan dalam Harvard Mental Health Letter pada Agustus 2010, bahwa ada sistem saraf informal yang dikenal sebagai 'brain-gut axis' atau sumbu otak-usus diduga sebagai penyebabnya.

Pada dasarnya otak berinteraksi dengan seluruh tubuh melalui sistem saraf yang memiliki beberapa komponen utama. Salah satunya adalah sistem saraf enterik yang membantu mengatur proses pencernaan.

Dikutip dari Health.harvard.edu, Sabtu (21/8/2010) saat tubuh mengalami stres, gugup atau panik, maka proses pencernaan akan melambat atau berhenti sama sekali. Sehingga tubuh dapat memfokuskan seluruh energi internal untuk menghadapi ancaman atau gangguan psikologis tersebut. Gangguan proses pencernaan inilah yang menyebabkan timbulnya sakit perut.

Identifikasi penyebab sakit perut ini akan dikenal dengan nama perut gugup (nervous stomach). Nervous stomach adalah sumber dari adanya gangguan pada perut yang bisa disebabkan oleh stres atau gugup.

Seseorang yang sedang merasa tertekan baik oleh stres, panik atau gugup, maka otak akan melepaskan asam lebih banyak ke dalam perut. Hal inilah yang mempengaruhi adanya gangguan pada perut seperti sakit perut, perut merasa kembung, bersendawa, perut terasa perih, tiba-tiba merasa ingin buang air besar atau kecil, mual dan juga mulas.

Nervous stomach
tidak bisa dikategorikan sebagai penyakit tertentu. Karena pada umumnya dokter akan menggunakan istilah ini setelah pemeriksaan diagnostik tidak bisa mengungkap apa penyebabnya dan juga setelah menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan lain.

Kondisi ini ternyata juga bisa dialami oleh anak-anak, misalnya saat anak merasa adanya tekanan dari teman sebaya atau dalam hal akademisnya seperti ketika ujian sekolah.

Dr Michael Miller selaku editor dari Harvard Mental Health Letter menjelaskan bahwa beberapa intervensi psikologis bisa dilakukan untuk mengurasi sakit perut akibat stres.

Terapi perilaku kognitif untuk mengubah stres dan merangsang pemikiran, teknik relaksasi yang diarahkan untuk menenangkan tubuh dan usus serta pikiran positif.bagai penyebabnya.

Kenapa Saat Bersin Mata Selalu Tertutup?

bersin

Penyebab orang bersin bermacam-macam, bisa karena alergi, kemasukan debu atau sedang flu. Tapi hampir dipastikan saat bersin semua orang matanya tertutup dan sangat mustahil bersin dengan mata terbuka. Kenapa orang tidak bisa bersin dengan mata terbuka?

Dalam istilah medis bersin adalah 'sternutatory reflex' yaitu suatu refleks yang membuat seseorang bersin. Bersin merupakan suatu kegiatan yang positif karena memiliki fungsi membersihkan faring (rongga antara hidung, mulut dan tenggorakan).

Meskipun terlihat sederhana, bersin merupakan salah satu tindakan tubuh yang sangat rumit. Secara teknis bersin diproduksi bila adanya kontak dengan iritasi di mukosa hidung sehingga merangsang saraf trigeminal. Nantinya bisa merangsang pons dan medullai di otak yang pada gilirannya memicu reaksi saraf tambahan.

Selama bersin, seperti dikutip dari Theregister.co.uk, Jumat (27/8/2010) akan terjadi stres yang luar biasa pada tubuh, tekanan udara yang cukup penting terletak pada mata.

Tekanan tambahan tersebut memang tidak akan membuat mata copot atau keluar, tapi akan membuat mata merasa tidak nyaman. Sehingga secara refleks seseorang akan menutup matanya saat bersin sebagai bentuk perlindungan.

Selain itu adanya dorongan saat seseorang akan bersin mempengaruhi berbagai organ tubuh termasuk perut, dada, leher dan wajah.

Saat bersin impuls atau rangsangan akan berjalan melalui wajah seseorang yang juga menyebabkan kelopak mata menutup atau berkedip. Respons ini bersifat otomatis atau tidak bisa dikontrol.

Banyak memang beredar mitos seputar bersin dan karena mitos jadi ini hanyalah kabar burung belakang, yaitu:

1. Pada zaman kuno banyak orang yang mempercayai bahwa jiwa seseorang terbuat dari udara dan berada di dalam kepala. Karenanya bersin dianggap sebagai sebuah kegiatan yang akan mengusir jiwa seseorang.

2. Pada abad pertengahan beredar mitos yang menuturkan bahwa sakit sedikit saja bisa menimbulkan kematian, sehingga masyarakat menganggap bahwa suara bersin adalah sesuatu yang menakutkan. Dan masyarakat berusaha untuk melindungi hidungnya dari sebuah penyakit atau kematian.

3. Saat ini beberapa orang mempercayai bahwa jantung akan berhenti saat seseorang bersin, hal ini adalah mitos. Diduga mitos ini berkembang karena saat bersin dada akan mengembang, tekanan terbangun dan kemduian dilepaskan oleh dada. Perubahan tekanan ini bisa menyebabkan perubahan dalam aliran darah yang menyebabkan perubahan irama jantung.

Saat seseorang bersin, maka lendir atau benda-benda asing yang ada di mulut dan hidung akan keluar dengan kecepatan 161 km per jam. Karena itu sebaiknya masyarakat tidak perlu menahan bersin, karena ada bahaya-bahaya tertentu yang bisa terjadi jika bersin tersebut ditahan.

Kenapa Suka Pusing Jika Tiba-tiba Berdiri?

pusing

Terkadang seseorang suka merasa pusing atau seperti berputar-putar ketika bangun dari posisi duduk atau berbaring. Hal ini berhubungan dengan adanya perubahan tekanan darah. Kenapa bisa terjadi seperti itu?

Ketika seseorang harus berdiri setelah duduk atau berbaring, akan terjadi penurunan tekanan darah atau disebut dengan hipotensi ortostatik (hipotensi postural). Kondisi ini bisa menyebabkan rasa pusing yang ringan hingga kondisi yang parah seperti pingsan.

Situasi tersebut akan sangat berbahaya terutama jika terjadi pada orang yang memiliki gangguan keseimbangan seperti orang yang sudah tua, karena bisa menyebabkan patah tulang atau cedera otak.

Seperti dikutip dari Livestrong, Jumat (3/9/2010) nilai tekanan darah seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:

  1. Aliran darah yang dihasilkan oleh jantung, yaitu semakin tinggi aliran darah maka semakin tinggi pula nilai tekanan darahnya.

  2. Adanya hambatan atau perlawanan di dalam pembuluh darah. Hambatan ini dapat dianggap sebagai kekuatan yang mendorong kembali menuju jantung, semakin tinggi hambatan yang ada maka semakin tinggi nilai tekanan darah seseorang.


Hipotensi ortostatik lebih sering terjadi sebagai kasus ringan yang berlangsung beberapa detik setelah seseorang berdiri. Namun jika kondisi ini berlangsung lama atau hingga membuat orang pingsan meskipun sesaat, bisa jadi hal ini merupakan tanda-tanda adanya masalah yang lebih serius.

Ketika seseorang berdiri, gaya gravitasi akan menyebabkan darah berkumpul di kaki. Hal ini akan menurunkan tekanan darah karena hanya sedikit sirkulasi darah yang kembali ke jantung untuk memompa. Biasanya sel-sel khusus (baroreceptors) di samping jantung dan arteri leher akan menurunkan tekanan darah dan menetralkan jantung dengan cara berdegup lebih kencang untuk memompa darah lebih banyak dan menstabilkan tekanan darah.

Selain itu, sel-sel ini juga menyebabkan pembuluh darah menyempit yang dapat meningkatkan resistensi (hambatan) terhadap aliran darah dan meningkatkan tekanan darah.

Hipotensi ortostatik terjadi ketika ada sesuatu yang mengganggu proses alami dari tubuh untuk menetralkan tekanan darah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk:

Dehidrasi

Kondisi tubuh yang demam, muntah, tidak mengonsumsi cairan yang cukup, diare dan olahraga berat bisa menyebabkan dehidrasi. Bila seseorang mengalami dehidrasi, maka tubuh akan kehilangan banyak air dan juga natrium dibandingkan yang masuk sehingga menyebabkan kelemahan, pusing dan kelelahan.

Gangguan pada jantung

Beberapa kondisi jantung bisa mengakibatkan tekanan darah rendah, misalnya denyut jantung sangat rendah (bradycardia), masalah katup jantung, serangan jantung dan gagal jantung. Kondisi ini membuat sirkulasi darah di dalam tubuh terganggu.

Diabetes

Penyakit diabetes yang tidak diobati atau tidak terkontrol dengan baik bisa menyebabkan dehidrasi akibat sering buang air kecil. Selain itu, diabetes juga bisa merusak saraf yang berfungsi mengirim sinyal dan membantu pengaturan tekanan darah.

Gangguan sistem saraf

Beberapa penyakit yang mengganggu sistem saraf seperti Parkinson, multiple system atrophy (Shy-Drager syndrome) dan amyloidosis (pengendapan protein amyloid di salah satu organ seperti jantung yang menyebabkan jantung tidak berfungsi). Kondisi-kondisi ini bisa mengganggu sistem regulasi tekanan darah normal di dalam tubuh.

Kebanyakan Tidur Bikin Badan Lemas

tidur

Terkadang orang mengganti waktu tidurnya yang kurang dengan tidur lebih lama keesokan harinya. Tapi tidur yang terlalu lama justru membuat tubuh menjadi lemas. Kenapa bisa begitu?

Tubuh memiliki siklus bangun dan tidur yang sudah terpola dengan sendirinya. Ketika seseorang tidur dalam waktu yang lebih lama dari biasanya misal saat liburan, maka akan terjadi pergeseran pola dari yang sudah ada sebelumnya.

Akibat dari pergeseran pola tersebut, tubuh akan terasa lemas dan rasanya masih ingin tetap tertidur. Jika tubuh merasakan adanya siklus yang salah atau berbeda maka orang akan merasakan kelesuan, kelelahan dan pusing. Kondisi ini sangat mirip dengan gejala jet lag.

Seperti dikutip dari Huffingtonpost, Selasa (26/1/2010) agar bisa terbebas dari rasa lemas dan pusing akibat terlalu banyak tidur, sebaiknya keluar dari kamar tidur agar mendapatkan paparan sinar matahari atau paksakan diri untuk melakukan suatu aktivitas.

Sebagai contoh, ketika seseorang ingin bangun dan terjaga dari tidurnya seringkali tubuh tidak mau mengikuti keinginan tersebut. Untuk merangsangnya cobalah pergi keluar kamar agar mendapatkan sinar matahari selama 10-15 menit atau melakukan aktivitas fisik di luar dengan cahaya terang dan jauh dari kamar tidur.

Kegiatan tidur memang memiliki siklus tersendiri, rata-rata siklus tidur seseorang berlangsung antara 80-120 menit (rata-rata 90 menit) dan biasanya seseorang memiliki 5 silus setiap malamnya (total sekitar 7,5 jam). Bisa saja seseorang terbangun di tengah-tengah siklus tersebut, sedangkan bagi orang yang sering terbangun di tengah-tengah siklus ini akan memiliki pola tidur yang buruk.

Untuk menghindari rasa lemas karena terlalu banyak tidur, tak ada salahnya untuk melakukan beberapa tips berikut agar pola tidurnya teratur, yaitu:

  1. Buatlah waktu bangun dan tidur yang sama setiap harinya, termasuk pada akhir pekan. Kuncinya adalah pada saat bangun tidur, jika tidur lebih awal maka bangun tidurnya pun harus lebih awal.

  2. Biasakan diri untuk terkena sinar matahari pagi setiap harinya saat baru bangun tidur. Selain bagus untuk menghilangkan rasa lemas, sinar matahari pagi juga mengandung vitamin D yang berguna bagi tubuh.

  3. Hindari tidur terlalu lama saat akhir pekan, meskipun malam sebelumnya tidur larut malam. Usahakan tidur 15-30 menit lebih awal pada malam berikutnya.

  4. Hindari mengonsumsi kafein dan alkohol 2-3 jam sebelum waktu tidur.


Jika sudah memiliki waktu tidur yang cukup tapi tetap terasa lemas saat bangun tidur, ada kemungkinan bukan masalah kuantitas jam tidurnya namun ada masalah di kualitas tidurnya seperti sering terbangun atau tidurnya tak nyenyak.

Kenapa Orangtua Jarang Tertawa Lihat Tontonan Komedi?

nonton tv

Pernahkah Anda melihat orangtua yang begitu serius menonton dan tidak pernah tertawa padahal yang ditontonnya adalah sitkom (tontonan komedi). Ternyata bukan karena tontonannya yang tidak lucu tapi kemampuan orangtua mengenali ekspresi tubuh makin berkurang.

Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Otago di Selandia Baru. Dalam penelitian tersebut, peneliti mempelajari 121 orang yang dibagi 2 kelompok usia 18-35 tahun dan di atas 60 tahun, yang sedang menonton sitkom The Office.

Saat menonton sitkom (tontonan komedi) tersebut, peneliti mempelajari kemampuan ekspresi partisipan melalui ekspresi wajah, nada suara dan bahasa tubuh.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa partisipan yang lebih tua kesulitan untuk mengidentifikasikan berbagai emosi dari karakter orang lain dibandingkan dengan partisipan yang lebih muda.

"Jika Anda memperhatikan ekpresi wajah, suara atau bahasa tubuh, maka dapat terlihat bahwa semakin tua cara orang mengekspresikan wajah semakin buruk," jelas Prof Ted Ruffman, profesor psikologi di University of Otago, dilansir Telegraph, Jumat (4/2/2011).

Menurut Prof Ruffman, hal ini karena orang tua merasa lebih sulit untuk membaca geometri perubahan wajah seseorang, yang memberikan otak petunjuk tentang emosi.

Kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang pada usia pertengahan dan 60-tahun ke atas.

Penelitian sebelumnya yang juga dilakukan oleh kelompok peneliti University of Otago telah menunjukkan bahwa orang di atas 60 tahun memiliki kemampuan yang buruk untuk mengenali ekspresi wajah kemarahan, kesedihan dan ketakutan.

Hasil temuan ini telah dipublikasikan dalam American journal Psychology and Aging.

Akibat yang Timbul Jika Tubuh Terlalu Capek

capek

Tubuh yang lelah atau capek bisa disebabkan banyak faktor, seperti kebanyakan aktivitas, jam tidur kurang, stres, depresi, pengaruh cuaca, penyakit tertentu hingga banyak pikiran yang bisa menimbulkan tekanan bagi tubuh.

Jika sudah seperti itu, berikan tubuh waktu untuk istirahat lahir dan batin. Karena tubuh yang terlalu capek akan punya efek negatif.

"Dengan melakukan beberapa perubahan dan beristirahat umumnya rasa lelah dan capek akan berkurang, tapi jika gejala tersebut masih ada sebaiknya konsultasikan dengan dokter," ujar Dr Fryhofer, MD seorang dokter penyakit dalam di Atlanta, seperti dikutip dari AOLHealth, Jumat (11/2/2011).

Dr Fryhofer menuturkan untuk mengatasi tubuh agar tidak mudah capek seseorang disarankan untuk membuat perubahan dalam gaya hidupnya setiap 2-3 minggu sekali, mengonsumsi makanan yang sehat, mengonsumsi multivitamin jika sedang banyak aktivitas serta mengurangi konsumsi kafein dan alkohol.

Ada beberapa efek yang timbul jika tubuh dan pikiran sedang capek:

  1. Tubuh menjadi lemah dan kadang disertai dengan sesak napas

  2. Daya tahan atau kekebalan tubuh yang menurun sehingga mudah terkena penyakit menular seperti flu atau batuk

  3. Menurunnya tingkat konsentrasi dan perhatian pada suatu hal yang mungkin dipengaruhi oleh kurangnya asupan darah dan oksigen ke otak

  4. Berkurangnya nafsu makan karena menurunnya kemampuan indera perasa

  5. Sering menguap dan timbul rasa kantuk


Jika rasa capek yang muncul bukan karena adanya faktor medis atau penyakit, maka melakukan istirahat cukup dan olahraga bisa membuat tubuh menjadi lebih segar dan tidak mudah capek. Tapi olahraga yang dipilih sebaiknya jangan yang terlalu berat, misalnya dengan bersepeda, joging atau jalan disekitar rumah.

Apabila tubuh dan pikiran sudah terasa lelah dan capek, sebaiknya berikan waktu bagi tubuh untuk mengisi energi kembali misalnya dengan melakukan tidur sejenak, melakukan meditasi atau mengonsumsi beberapa makanan yang bisa memberikan energi bagi tubuh.

Sakit Perut Karena Cokelat, Pasti Ini Penyebabnya

makan coklat

Cokelat banyak menjadi makanan favorit terutama bagi anak-anak dan wanita. Tapi tidak semua orang bisa menikmati makanan manis tersebut, karena beberapa orang merasakan sakit perut tiap kali makan cokelat.

Sakit perut yang disebabkan oleh cokelat dapat berhubungan dengan berbagai gangguan, seperti sindrom iritasi usus, alergi makanan atau intoleransi laktosa.

Gejala lain yang berkembang selain sakit perut setelah makan cokelat adalah gatal-gatal, sakit kepala ringan dan hidung tersumbat.

Berikut beberapa penyebab sakit perut tiap kali makan cokelat, seperti dilansir Livestrong, Jumat (25/2/2011), yaitu:

1. Sindrom iritasi perut (Irritable Bowel Syndrome atau IBS)
Irritable Bowel Syndrome adalah gangguan pencernaan kronis yang mempengaruhi usus besar. IBS menyebabkan reaksi yang tidak menentu di usus, seperti diare yang tidak bisa ditahan. Penyebab pasti kondisi ini tidak diketahui, tapi makanan tertentu, seperti cokelat, dapat memicu gejala IBS, menurut MayoClinic.com.

Jika menderita IBS, tak lama setelah makan cokelat orang mungkin mengalami kembung, kentut, nyeri perut, kram, diare, sembelit atau mual.

2. Alergi makanan
Sakit perut setelah makan cokelat juga dapat menjadi akibat dari alergi makanan. Produk cokelat dapat mengandung bahan-bahan yang sangat alergi, seperti susu, kedelai, dan gandum.

Jika orang alergi terhadap satu bahan dalam cokelat, ia akan mengembangkan gejala-gejala dalam beberapa menit. Gejala alergi makanan mempengaruhi berbagai bagian tubuh dan bukan hanya sistem pencernaan. Gejala umum selain dari sakit perut misalnya ruam kulit, wajah bengkak, sesak napas, mengi, batuk, kongesti sinus, bersin dan mata berair.

3. Intoleransi laktosa
Kebanyakan cokelat mengandung laktosa, gula yang ditemukan dalam susu. Intoleransi laktosa atau juga dikenal sebagai defisiensi laktase, menyebabkan sakit perut dalam waktu 30 menit atau sampai dua jam setelah makan cokelat.

Karena usus kecil gagal menciptakan cukup laktase, yakni enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa, jumlah bakteri yang berlebihan dapat menyebabkan kembung, kram dan nyeri perut yang menyebabkan diare.

Penyebab Orang Tidak Punya Rasa Malu

malu

Seringkali kita mendengar kalimat, 'Dasar tak tahu malu', atau 'Sudah putus urat malunya' yang ditujukan pada orang-orang yang dinilai tak punya rasa malu. Hati-hati jika sudah mulai hilang rasa 'kemaluannya' karena itu artinya ada bagian di otak yang sudah mengalami kerusakan.

Ilmuwan dari University of California, San Francisco dan University of California, Berkeley berhasil mengungkapkan bagian mana dari otak yang sangat bertanggungjawab terhadap muncul tidaknya rasa malu.

Menurut penelitinya Virginia Sturm, timnya telah mengidentifikasi adanya bagian otak di sebelah kanan depan yang disebut 'pregenual anterior cingulate cortex' sebagai penyebab kunci rasa malu manusia.

"Ini adalah wilayah otak yang bisa memprediksi perilaku seseorang. Semakin kecil bagian otak ini maka semakin sedikit orang punya rasa malu," kata Virginia seperti dilansir dari Sciencedaily, Minggu (17/4/2011).

Pusat malu di bagian 'pregenual anterior cingulate cortex' ini posisinya berada jauh di dalam otak yakni sebelah kanan depan. Fungsi lain dari bagian otak ini antara lain mengatur detak jantung dan pernapasan, emosi, perilaku kecanduan dan pengambilan keputusan.

Maka itu pada orang yang otaknya sehat, ketika merasa malu bagian otak ini akan berfungsi maksimal. Rasa malunya akan membuat tekanan darah menjadi naik, detak jantung meningkat atau terjadi perubahan napas.

Tapi pada orang yang memiliki rasa malu yang rendah seperti pada penderita Alzheimer atau demensia (pikun), otak di bagian ini ukurannya lebih kecil dari biasanya. Mereka umumnya menjadi lebih acuh terhadap hal-hal yang menurut orang memalukan karena bagian otak 'pregenual anterior cingulate cortex' seperti 'dibutakan' terhadap rasa malu.

"Bila Anda kehilangan kemampuan otak di daerah ini, Anda akan kehilangan respons rasa malu," kata Virginia seperti dikutip LiveScience.

Para ilmuwan meyakini bahwa semakin besar wilayah otak tertentu maka semakin kuat kerja otak yang terkait dengan fungsinya itu. Contohnya, orang dengan kepribadian terbuka (ekstrovert) memiliki pusat pengolahan otak yang lebih besar, sedangkan orang yang gampang cemas punya pusat deteksi kesalahan yang lebih besar.

Dalam melakukan penelitian tersebut, peneliti meminta 79 partisipan untuk menyanyi karaoke lagu 'My Girl', lagu hit tahun 1964 yang dinyayikan Temptations. Partisipan itu ada yang sehat dan ada yang menderita penyakit saraf degeneratif.

Suara partisipan direkam dan diputar ulang tanpa ada ada suara musik yang menyertainya. Partisipan yang malu dengan suaranya langsung terlihat dari ekspresi wajahnya, kemudian berkeringat dan detak jantung meningkat. Sebaliknya penderita yang mengalami gangguan saraf terlihat acuh dan kurang punya rasa malu meskipun ketika didengarkan suara mereka sangat memalukan.

Hasil temuan ini telah disampaikan Virginia dalam pertemuan tahunan American Academy of Neurology ke-64 di Hawaii pada 14 April 2011.

Penyebab Deg-degan Saat Melihat Orang yang Ditaksir

cinta

Saat melihat orang yang dicinta biasanya jantung akan berdebar-debar dan perasaan jadi tidak menentu. Kenapa orang jadi deg-degan jika melihat seseorang yang dicintainya?

Ketika seseorang melihat orang yang dicintainya maka kondisi ini akan sangat erat hubungannya dengan gairah fisiologis secara keseluruhan. Biasanya akan dimulai dengan detak jantung yang meningkat dan tubuh berkeringat.

"Ketika Anda melihat orang yang dicintai maka jantung akan mulai berdetak lebih cepat, hal ini karena adanya hormon adrenalin yang keluar," ujar Dr Reginal Ho, seorang profesor kedokteran dari Thomas Jefferson University Hospital di Philadelphia, Pennsylvania, seperti dikutip dari CNN.

Dr Ho menjelaskan bahwa saat melihat orang yang dicinta maka otak akan mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal yang berfungsi mengeluarkan hormon seperti adrenalin, epinefrine dan norepinefrine. Hormon ini akan mengalir melalui darah dan menyebabkan jantung berdebar lebih cepat dan kuat.

Selain itu adanya hormon norepinefrine yang mengatur perhatian serta tindakan untuk merespons akan membuat seseorang merasa lututnya lemas. Dan Orang yang sedang jatuh cinta akan mengalami aktivitas di daerah otak yang memproduksi neurotransmitter dopamin. Seperti diketahui bahwa dopamin dan norepinefiren berhubungan erat.

Dopamin yang diproduksi tersebut akan memberikan seorang perhatian yang terfokus, hasrat, euforia, energi dan motivasi yang kuat untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Meski begitu hal ini juga bisa berbahaya bagi orang yang memiliki masalah jantung serius. Karena jika detak jantung meningkat akan membuatnya menggunakan oksigen lebih banyak, kondisi ini bisa berisiko bagi orang yang memiliki penyumbatan pembuluh darah atau pernah mengalami serangan jantung sebelumnya. Tapi pengobatan tertentu bisa membantu mengurangi risiko yang ada.

Namun jatuh cinta juga memiliki manfaat bagi kesehatan, karena bisa membuat seseorang mengontrol rasa sakit lebih baik, mengurangi kecemasan, lebih optimis dan memandang hidup lebih positif. Kondisi ini tentu saja akan berpengaruh terhadap status kesehatannya secara menyeluruh.

Akibat Lalai Minum Obat TBC

minum obat

Seorang gadis pernah mendatangi dokter karena keluhan batuknya yang tak kunjung sembuh. Awalnya si gadis didiagnosa TB (Tuberculosis), namun karena malas minum obat, penyakitnya itu berubah menjadi MDR-TB (Multiple Grug Resisten-Tuberculosis). Ia pun harus membayar mahal karena kelalaiannya.

MDR-TB terjadi karena kuman bakteri Mycobacterium tuberculosa sudah tidak mempan lagi dengan obat-obatan TB biasa.

"Biasanya karena 2 bulan minum obat TB sudah merasa sembuh, lalu tidak diteruskan. Ketika TB-nya kambuh lagi, obatnya sudah tidak mempan, akhirnya jadilah MDR," kata Dr Achmad Hudoyo, ketua bidang medis Perhimpunan Pemberantasan TBC Indonesia dalam acara seminar 'The Year of the Lung 2010' di gedung asma RS Persahabatan, Jakarta.

Dr Achmad pun akhirnya merujuk si gadis ke Rumah Sakit Persahabatan karena hanya disanalah satu-satunya rumah sakit di Jakarta yang menyediakan obat serta penanganan bagi pasien MDR.

Selain RS Persahabatan, ruang khusus MDR pun terdapat di RS Dr Sutomo, Surabaya. Pasien yang sudah mengalami resistensi obat TB atau MDR sudah tidak bisa lagi main-main dalam berobat. Tidak tanggung-tanggung, selama 2 tahun pasien harus rutin disuntik 6 bulan sekali.

Namun sebelum gadis itu menjalani pengobatan rutin, ia menangis pada sang dokter. Ia mengaku tidak sanggup jika harus melakukan pengobatan rutin dan bolak balik ke RS Persahabatan karena domisilinya yang cukup jauh, yakni di daerah Ciputat.

Belum lagi dengan biaya pengobatannya yang sangat mahal. Asal tahu saja, obat MDR-TB untuk 5 hari saja berkisar Rp 520.000 dan itu belum termasuk biaya suntiknya. Itu artinya, dalam satu hari ia harus mengeluarkan kurang lebih Rp 100.000 hanya untuk satu obat.

"Selain karena rumahnya yang sangat jauh dari tempat perawatan MDR di RS Persahabatan, ia juga menangis karena tidak sanggup membayar biaya obatnya yang sangat mahal. Gajinya sebagai SPG tidak mampu untuk membiayai semua biaya pengobatannya," tutur Dr Achmad.

Menurut data WHO, 50 persen kasus TB-MDR ada di China dan India, sementara 7 persen ada di Rusia. Kota Baku, ibukota Azerbaijan merupakan kota tertinggi kasus MDR, yakni 22,4 %. Sementara di Indonesia, menurut WHO terdapat sekitar 2 persen pasien MDR TB.

Penyebab resistensi ini sebenarnya akibat kesalahan berbagai pihak. Pertama dokter, karena memberikan dosis kurang tepat dan tidak dapat menyakinkan pasien agar teratur dalam menjalani pengobatan. "Padahal kalau saja rajin minum obat TB sebelumnya, tidak akan ada MDR. Biayanya juga akan lebih murah," kata Dr Achmad.

Kedua, pasien yang tidak disiplin dalam pengobatan. Ketiga, obat anti TB yang tidak berkualitas serta fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak mumpuni. "Intinya, kesalahan dokter dan pasien," ungkapnya.

Fenomena MDR menjadi kendala dan batu sandung dalam penanganan TB. "Pengobatan pasien MDR TB menjadi lebih sulit, lebih mahal, lebih banyak efek samping dengan tingkat kesembuhan yang relatif rendah. Jika dalam 2 tahun belum sembuh, kemungkinan berubah lagi menjadi XDR (Extremely Drug Resistent). Kalau sudah begitu, fatal akibatnya," kata Dr Achmad.

Habis Menangis Kok Muncul Sakit Kepala

menangis

Ketika seseorang menangis dalam waktu lama maka tidak hanya menyebabkan mata bengkak tapi juga merasa pusing atau sakit kepala. Kenapa orang sakit kepala setelah menangis?

Intensitas menangis yang panjang bisa menyebabkan ketidaknyamanan fisik termasuk mata merah, perih, mulut kering dan sakit kepala.

Ketika menangis saluran air mata akan mengeluarkan kombinasi dari air, minyak dan lendir ke mata. Beberapa air mata akan berjalan melalui lubang kecil di sisi kelopak mata mengalir ke rongga hidung sehingga menyebabkan keluarnya ingus.

Seperti dikutip dari Livestrong, jika seseorang merasakan sakit kepala setelah menangis kemungkinan ia mengalami dehidrasi. Karena menangis menyebabkan seseorang kehilangan air dari tubuhnya dan sakit kepala merupakan salah satu tanda dari dehidrasi.

Stres yang menyebabkan seseorang menangis juga bisa menyebabkan sakit kepala karena terjadinya ketegangan. Jika seseorang punya masalah sinus maka akan menimbulkan sakit kepala yang disertai dengan denyut nyeri diantara mata dan hidung.

Menangis dapat mengakibatkan sedikit rasa sakit di kepala karena adanya tekanan di sekitar dahi atau pada bagian samping dan belakang kepala. Sakit di kepala ini bisa menyebabkan tegangan di bahu, leher dan kulit kepala.

Rasa pusing, haus yang ekstrem dan mulut kering secara bersamaan merupakan gejala dehidrasi parah yang bisa memicu kontraksi otot, tekanan darah rendah dan perut kembung.

Untuk mencegah sakit kepala ketika menangis adalah dengan menghindari dehidrasi, minumlah banyak air setelah menangis untuk menggantikan kehilangan cairan yang terjadi. Selain itu hindari mengonsumsi alkohol saat menangis karena bisa menyebabkan dehidrasi dan sakit kepala.

Jika sakit kepala timbul saat menangis maka segera minum segelas air untuk meredakannya dan cobalah menenangkan diri untuk mengurangi tekanan di kepala akibat stres. Jika sakit kepala yang muncul sering terjadi maka pertimbangkanlah untuk mengunjungi dokter.

Penyebab Mati Saat Bercinta

mati

Kematian bisa datang kapan saja, tak terkecuali saat berada di puncak kenikmatan hubungan seksual. Beberapa kasus kematian mendadak menimpa banyak orang saat menjalankan aktivitas seksual tertentu yang sebagian besar akibat serangan jantung.

Orgasme seksual yang terjadi lewat intercourse (sanggama) maupun masturbasi dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Bagi yang punya masalah dengan hipertensi maupun lemah jantung, kondisi ini bisa memicu kematian mendadak atau sudden death.

Raja terakhir Bangsa Hun di Eropa, Atilla tercatat dalam sejarah sebagai bukti kedahsyatan orgasme yang mematikan. Raja yang bahkan sangat ditakuti Bangsa Romawi ini tewas di abad ke-5, bukan dalam peperangan melainkan saat berhubungan seks dengan permaisurinya.

Tokoh moderen yang juga meninggal akibat serangan jantung saat berhubungan seks adalah mantan wakil presiden Amerika Serikat, Nelson Rockefeller. Tokoh lainnya yang senasib antara lain Jack McConaughey (ayah kandung aktor Matthew McConaughey) dan mantan presiden Prancis Felix Faure.

Kematian mendadak saat melakukan aktivitas seksual juga banyak disebabkan karena tercekik. Kasus ini umumnya menimpa penderita autoerotic asphyxiation, yakni penyimpangan seks yang membuat seseorang hanya bisa mencapai orgasme ketika saluran napas disumbat misalnya dengan mengikat leher.

Penyimpangan semacam ini jugalah yang menewaskan aktor kenamaan David Carradine secara tragis di sebuah hotel di Thailand pada Juni 2009. Karena tak ada tanda-tanda penganiayaan, diduga kuat David tewas saat melakukan masturbasi di kamar mandi dengan melilitkan dasi di lehernya.

Selain David, penyimpangan ini tampaknya juga diderita vokalis grup band INXS, Michael Hutchence yang ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana dan leher tercekik ikat pinggang tahun 1997. Dugaan penyimpangan seks disampaikan oleh pacarnya saat itu, Paula Yates meski polisi lebih fokus pada dugaan overdosis obat terlarang.

Meski serangan jantung dan penyimpangan seks adalah penyebab paling umum kematian mendadak saat berhubungan seks, sebenarnya ada berbagai kemungkinan penyebab lainnya.

Dikutip dari Newsofap, Senin (10/1/2011), berikut ini beberapa penyebab seseorang tewas saat berhubugan seks.

1. Keracunan gas beracun
Gas karbon monoksida (CO) merupakan racun mematikan yang dihasilkan oleh asap knalpot. Bagi pasangan yang gemar berhubungan seks di dalam mobil, gas ini menjadi ancaman terutama jika membiarkan mesin mobil menyala di ruangan tertutup.

Salah satu korbannya adalah Jose Agustino Noha, petugas kamar jenazah di Amerika yang ditemukan mati lemas dalam kondisi tanpa busana bersama pasangannya. Bukan lemas karena kelelahan, keduanya keracunan gas CO saat bercinta di dalam mobil jenazah yang diparkir dalam kondisi mesin menyala.

2. Sadomasokis yang kelewat sadis
Sadisme dan masokisme (sadomasokisme) merupakan bentuk fantasi seksual yang melibatkan penyiksaan dalam berhubungan seks. Beberapa orang hanya bisa merasa puas dengan melihat pasangannya diikat dan disiksa, sebagian lagi justru menikmati ketika tubuhnya dicambuki atau ditetesi lilin panas.

Kirsten Taylor, gadis 29 tahun asal Pennsylvania tewas di tangan suaminya Toby akibat fantasi brutal semacam ini. Toby menjepit kedua puting Kirsten dengan kawat, lalu mengalirinya dengan listrik bertegangan tinggi. Toby akhirnya dipenjara dengan tuduhan pembunuhan yang disengaja.

3. Mabuk alkohol
Di bawah pengaruh alkohol, segala sesuatu bisa terjadi di luar kontrol kesadaran. Bagi sebagian orang, gairah seks bisa meningkat hingga level yang tak tertahankan ketika sedang mabuk minuman keras.

Sepasang kekasih di Namibia yang kebetulan sedang mabuk berat ini misalnya, nekat berhubungan seks di tengah jalan tanpa menyadari ada truk besar yang akan melintas. Keduanya terlindas dan tewas seketika, sementara sang sopir truk didakwa kurang berhati-hati dalam mengemudi.

4. Libido tinggi
Beberapa orang dilahirkan dengan libido atau gairah seks yang menggebu-gebu, sehingga tidak mudah terpuaskan oleh pasangannya. Kondisi semacam ini disebut hiperseks dan kadang-kadang menghadirkan masalah tersendiri dalam kehidupan seksual seseorang.

Robert Ashitey misalnya, pria 30 tahun asal Ghana ini tak harus dipenjara jika seandainya mampu mengontrol libidonya. Suatu ketika ia mengajak sang istri untuk bercinta dengan hebatnya, sampai-sampai tak menyadari bahwa wanita yang memang sudah berusia 75 tahun tersebut akhirnya mati kelelahan.

5. Variasi ekstrem
Untuk mengatasi kejemuan, sah-sah saja pasangan suami istri melakukan hubungan seks di tempat-tempat yang tidak lazim seperti di toilet atau bahkan di dalam lift. Namun tempat-tempat berisiko tinggi tentu harus dihindari, misalnya di atap rumah pada pagi hari yang sudah pasti licin karena berembun.

Sepasang pria dan wanita di South Carolina, Amerika tampaknya kurang memperhitungkan risiko tersebut hingga akhirnya ditemukan tewas terjatuh oleh seorang sopir taksi yang melintas. Keduanya dalam kondisi tanpa busana, sementara baju dan celananya berada di atap rumah yang tingginya sekitar 15 meter.

6. Bercinta dengan hewan
Zoofilia merupakan bentuk penyimpangan seks yang membuat seseorang terangsang untuk bersetubuh dengan binatang. Karena desain alat kelamin pada masing-masing spesies tidak selalu cocok, bentuk penyimpangan seks ini juga bisa menyebabkan seseorang meregang nyawa.

Seorang pria di Washington tewas akibat perdarahan dalam di usus, sementara hasil visum menunjukkan anusnya sobek akibat disetubuhi kuda peliharaannya. Investigasi pihak berwajib mengungkap pria itu memang kecanduan film porno, khususnya yang mempertontonkan hubungan seks dengan manusia dengan binatang.

Benturan Berulang di Kepala Bisa Merusak Saraf

benjol

Masyarakat seringkali mengabaikan cedera atau benturan berulang di kepala. Tapi sebuah studi menuturkan benturan yang parah atau berulang bisa menyebabkan gangguan saraf di kepala yang memicu penyakit saraf degeneratif.

Para ilmuwan telah menemukan bukti yang kuat bahwa gegar otak atau benturan yang berulang bisa menyebabkan penyakit saraf degeneratif seperti Alzheimer atau demensia. Diketahui pula kelompok orang yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan ini adalah pemain rugby dan juga petinju yang memungkinkan mengalami kerusakan jangka panjang.

Peneliti dari University of Rochester di New York melakukan autopsi terhadap 12 atlet yang meninggal akibat penyakit otak atau saraf. Keseluruhan atlet ini memiliki karakteristik yang disebut dengan chronic traumatic encephalopathy (CTE), yang mana demensia biasanya terjadi beberapa tahun setelah mengalami gegar otak.

Studi mengenai cedera otak yang diterbitkan dalam Journal of Neuropathology & Experimental Neurology telah menunjuk penelitian-penelitian baru dan cara yang mungkin untuk mencegah kerusakan jangka panjang akibat gegar otak.

Temuan ini mengindikasikan pentingnya melakukan monitor terhadap orang-orang yang memiliki risiko tinggi mengalami gegar otak, seperti tentara yang baru kembali berperang karena berisiko mengalami kecelakaan, pukulan di kepala atau ledakan dan juga seorang atlet.

"Ini adalah bukti patologis pertama yang menunjukkan trauma atau benturan kepala berulang ada kemungkinan terkait dengan perkembangan penyakit saraf motorik," ujar ketua penelitian Dr Ann McKee dari Boston University School of Medicine, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (19/8/2010).

Saat ini sedang dilakukan penelitian terhadap obat-obatan termasuk hormon progesteron, antibodi monoklonal dan antibodi minocycline untuk melihat apakah obat-obatan tersebut dapat menghentikan proses kerusakan saraf yang terjadi akibat adanya pukulan atau benturan di kepala atau stroke.

Infeksi Akibat Berciuman

Foreplay

Infeksi Akibat Berciuman, Berciuman dengan orang yang dicintai bisa melepaskan hormon stres dan menenangkan jiwa. Tapi jika kondisi badan tak sehat, berciuman bisa berubah menjadi bencana.

Saat berciuman, kadang terjadi pertukaran saliva (air liur) antar kedua orang tersebut. Hal ini ternyata bisa menimbulkan infeksi mono atau dikenal dengan kissing disease.

Infeksi mononucleosis (mono) sering disebut dengan kissing disease, hal ini dikarenakan virus yang menyebabkan infeksi ini menular melalui air liur saat ciuman.

Ada juga beberapa kondisi lain yang bisa menjadi faktor penyebaran yaitu melalui batuk, bersin atau berbagi peralatan makan dan minum bersama. Penyebab dari infeksi ini adalah virus Epstein-Barr.

Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Jumat (25/6/2010) ada beberapa gejala umum yang terjadi jika menginfeksi remaja yaitu demam, sakit tenggorokan, kelelahan dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Namun jika terjadi pada anak-anak biasanya tidak menunjukkan gejala atau gejala yang timbul sangat ringan. Orang-orang yang telah terinfeksi biasanya tidak menunjukkan gejala selama 4-8 minggu setelah terpapar.

Virus ini akan melewati air liur dan masuk ke dalam sel epitel bagian luar mulut dan tenggorokan, kondisi ini memungkinkan virus untuk berkembang biak dan menginfeksi sel-sel darah putih yang disebut dengan sel B.

Infeksi virus pada sel B menyebabkan penyebaran virus di seluruh getah bening, sistem kelenjar dan limpa (dikenal dengan sistem lymphoreticular).

Virus Epstein-Barr ini bisa menyebabkan beberapa penyakit yang lebih serius pada orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti orang dengan HIV/AIDS atau orang yang mengonsumsi obat untuk menekan kekebalan setelah transplantasi organ.

Ada beberapa komplikasi yang bisa ditimbulkan dari infeksi virus Epstein-Barr ini, yaitu:

Pembesaran limpa
Salah satu komplikasi yang signifikan dari kissing disease ini adalah pembesaran limpa. Pada beberapa kasus yang ekstrem bisa menyebabkan limpa pecah atau timbul nyeri yang tiba-tiba di sisi kiri atas perut.

Gangguan pada hati
Masalah pada hati yang bisa terjadi adalah hepatitis, yaitu peradangan hati ringan. Serta penyakit kuning (jaudice), yaitu kulit yang menguning dan bagian putih mata juga berubah menjadi kuning.

Komplikasi lain yang jarang terjadi
Kissing disease ini juga bisa mengakibatkan komplikasi lain yang jarang terjadi atau kurang umum, yaitu anemia, trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), peradangan jantung, komplikasi yang melibatkan sistem saraf (meningitis, encephalitis dan Guillain-Barre syndrome) atau pembengkakan amandel yang membuat pernapasan terhambat.

Karena banyak orang sehat yang membawa virus Epstein-Barr di dalam air liurnya tanpa menunjukkan gejala, maka hampir tidak mungkin untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.